Solid Gold Berjangka – Harga emas pada awal perdagangan tercatat di level US$4.849 per troy ons, bergerak fluktuatif di tengah pelemahan dolar AS pasca rilis data inflasi produsen (PPI) AS yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Data menunjukkan PPI Maret naik sebesar 0,5% MoM dan 4,0% YoY, lebih rendah dibandingkan proyeksi konsensus masing-masing sebesar 1,1% dan 4,6%. Pelemahan indeks dolar turut meningkatkan daya tarik emas bagi investor global. Selain itu, penurunan harga minyak ke bawah US$90 per barel memberikan sinyal meredanya tekanan inflasi energi yang sebelumnya menjadi salah satu faktor utama volatilitas pasar.
Dari sisi sentimen, optimisme terhadap potensi gencatan senjata permanen antara AS dan Iran serta rencana lanjutan negosiasi dalam waktu dekat turut mendorong peningkatan risk appetite. Sementara itu, probabilitas penurunan suku bunga AS saat ini diperkirakan hanya sekitar 25%, jauh menurun dibandingkan ekspektasi sebelum konflik yang memperkirakan dua kali pemangkasan.
Ke depan, pergerakan emas diperkirakan akan tetap sensitif terhadap perkembangan negosiasi geopolitik serta rilis data inflasi lanjutan seperti CPI dan PCE. Sikap The Fed yang cenderung wait and see membuka ruang bagi volatilitas, terutama jika tekanan inflasi kembali meningkat akibat dinamika energi. Di sisi lain, potensi perlambatan ekonomi global dapat menjadi katalis tambahan bagi emas dalam jangka menengah.
Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.775 hingga $4.710, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.876 hingga $4.912. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.609, sementara resistance jangka menengah berada di area $5.013.